PRAKTEK BAIK PROGRAM GURU PELOPOR MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH/MADRASAH
Keywords:
guru pelopor, moderasi beragama, agama IslamAbstract
Abstract: The "Guru Pelopor Moderasi" (GPM) program aims to empower teachers as local actors and key figures to fortify schools against radicalism, violence, intolerance and exclusivity. This program was launched on March 26, 2020, in Jakarta and initially involved 78 Islamic religious education (PAI) teachers. It addresses three main questions related to three key issues: How do intolerance and radicalism infiltrate schools, and who are the main actors? What are the tendencies of intolerance and radicalism typically observed in schools?
What are the strategies for anti-radicalism and anti-intolerance intervention? The realization of GPM is achieved through various activities, including instructional methods, extracurricular activities and the reinforcement of the school's culture. Eventually, 50 GPM volunteers presented ideas about best practices in religious moderation. Seven web series sessions have been conducted with a diverse group of respondents also serving as volunteers. In the written paper, 50 GPM members defined religious moderation in a simple manner. This program is founded on a robust theological basis, making religious moderation a religious calling and spirit rather than a political project.
Keywords: pioneer teachers, religious moderation, Islam
Abstrak: Program guru pelopor moderasi (GPM) bertujuan agar guru sebagai aktor lokal dan aktor kunci, mampu membentengi sekolah dari paham radikal, kekerasan, intoleransi dan eksklusif. Program ini di-launching tanggal 26 Maret 2020 di Jakarta. Program ini dimulai dari 78 guru pendidikan agama Islam (PAI). Ada tiga pertanyaan berkaitan tiga isu utama, yaitu (1) bagaimanakah intoleransi dan radikalisme masuk ke jenjang sekolah dan siapakah pemeran utamanya? (2) bagaimanakah kecenderungan sikap intoleransi dan radikalisme yang biasanya nampak di sekolah? (3) bagaimana strategi intervensi anti-radikalisme dan anti-intoleransinya? Aktualisasi GPM melalui kegiatan pembelajaran, kegiatan kesiswaan dan penguatan budaya sekolah. Akhirnya sebanyak 50 relawan GPM memapakarkan gagasan-gagasan tentang praktek baik moderasi beragama. Tercatat ada tujuh kali webseries dilaksanakan dengan para penanggap beragam juga sebagai relawan. Dalam makalah yang ditulis, sebanyak 50 GPM mendefinisikan moderasi beragama dengan sederhana. Program ini memiliki landasan teologis yang cukup kuat. Landasan teologis ini menjadikan moderasi beragama sebagai panggilan dan ruh beragama serta bukan menjadi proyek politik.
Kata Kunci: guru pelopor, moderasi beragama, agama Islam
Downloads
References
Habibie, M. Lukmanul Hakim. “Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam di Indonesia.” Jurnal Moderatio, Vol. 1 No. 1 (2021).
Marbawi, Mahnan. “Masa Depan Toleransi di Indonesia dan Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pengembangan Budaya Toleransi di Sekolah.” Jurnal Ziyadah, Vol. 4 No. 2 (2021).
Rahmatika, Zahra. “Guru PAI dan Moderasi Beragama di Sekolah.” Jurnal Pendidikan, Vol. 10 No. 1 (2016).
Samsul AR, “Peran Guru Agama dalam Menanamkan Moderasi Beragama,” Jurnal Al-Irfan, Vol. 3 No. 1 (2020).
“Apa dan Bagaimana ToT Teacher Pioneer Moderation,” www.agpaii.or.id, 24 April 2022.
“Guru Pelopor Moderasi, Upaya Strategis Semai Nilai-Nilai Moderat, www.nu.or.id, 14 Juni 2022.
“Tahun Ini, Kemenag Targetkan Diklat 100.000 Guru Pelopor Moderasi Beragama,” kemenag.go.id., 31 Mei 2022.